Kembali Lagi :)

Halo situsku yang kemarin sempat terisi banyak, namun postingannya aku hapus lagi semuanya! Selamat pagi!

Fyi, beberapa waktu lalu, woodie (semacam panggilan sayang, i already have bloggie and tumbee too) sebenarnya sudah saya isi dengan beberapa postingan. Rencananya, saya akan migrasi dari tumblr. Namun, untuk satu dan lain hal saya tidak tega dengan tumblr saya yang sebentar lagi akan memasuki tahun ke-6 nya itu.

Semacam, sudah terlanjur sayang dengan Tumblr. Hehe.

Tumblr adalah tempat yang menyenangkan untuk bercerita, di sana orang-orangnya sangat jujur tentang apa yang mereka rasakan. Namun, saya merasa untuk beberapa postingan tentang review acara atau ulasan lain-lain agaknya kurang cocok jika saya post di tumblr. Tumblr terlalu personal. Hehe. Saya semacam sudah terlalu sayang dengan tumblr, namun butuh tempat yang lebih menyeluruh untuk merapikan kenangan.

Akhir kata, selamat menyambutku kembali woodie!

forever young (1)

Postingan-postingan yang tanggalnya lebih lama dari 18 Maret 2016 adalah postingan yang dipindahkan dari tumblr atau blogspot saya.

p.s kunjungi tumblr saya di sini

Advertisements

Obrolan Ketika Ngoding: Hujan Deras

Copy of forever young

Jadi, hari ini saya full seharian di kampus. Mondar-mandir gedung Fisika-Dekanat sepanjang hari (persis kayak setrikaan! hahaha). Sepanjang hari tadi ngurusin surat ijin rumah sakit sama proposal hibah publikasi internasional.

Pembimbing saya lagi ada urusan. Balik lagi ke kampus sore hari. Alhasil, karena saya (jujur) sedang malas ngapa-ngapain, waktu menunggunya dihabiskan untuk menonton drama korea. Well, itu sinetron yang ditonton bukan drama sih, lebih ke genre sitkom. Kocak parah, lucu banget.

Singkat cerita, kami konsultasi sama dosen pembimbing. Karena satu dan lain hal, proposal hibah publikasi internasional kami ditolak. Sekian.

Setelah keluar ruangan, ternyata di luar Dekanat hujan deras. Karena kami berempat tidak ada yang bawa payung, alhasil kami nekat lari menerobos hujan dari Dekanat sampai gedung Pertamina.

“Siap!!! Kita balapan ya!!! Satu.. Dua.. Tiga..”

Saya, Risa, dan Oka lari-lari di tengah hujan sambil tertawa terbahak-bahak. Setelah sampai di depan gedung Pertamina, kami melihat Stevy baru mulai lari.

“Kok lo ga ikutan lari sih??!!”

“Gue ngeliatin kalian bertiga dulu, lucu banget! Kayak anak-anak kecil”

“Jadi, udah berapa lama ga main hujan-hujanan? Happy kan? Bahagia??”

Kami berempat tertawa sambil mengiyakan.

Letak kebahagiaan bukan hanya terletak pada kemudahan urusan semata. Lebih dari itu, kebahagiaan masih sangat mungkin untuk dicari, didapatkan, dan diciptakan bahkan di saat-saat tersulit. Bahagia akan lebih sering kita rasakan ketika kita memiliki kemampuan menciptakan bahagia dengan cara-cara yang sederhana.

Sesederhana kami tertawa.

Berlarian, di saat hujan turun dengan derasnya.

Hari ini, hujan turun dan jatuh di pundak kami, di pipi kami, di kepala kami, dan di kaki kami.

Hari ini, hujan turun dan jatuh untuk tertawa bersama kami.

Bahwa hidup tidak selamanya mulus.

Bahwa selalu ada hal baik di balik segala yang terjadi.

Depok, 14 Maret 2016

Satu hal yang pasti ketika proposal hibah ini tidak jadi dilanjutkan adalah satu beban di pundak para pejuang ini sudah diangkat. Satu tanggungan mengalir bersama air hujan meninggalkan pundak-pundak kami. Hahahaha.

Selamat malam!

Kedai Kopi

kedai kopi

Persis di bawah pendingin ruangan
Aku duduk, menatapmu
Meskipun kau tak suka dingin
Satu tahun lalu

Aku bukan penyuka kopi hitam
Hitam, pekat, dan pahit
Hidupku sudah cukup pahit
Tak perlu lagi ditambah pahit dengan secangkir kopi
Dua puluh satu tahun

Kedai kopi direnovasi
Aku kembali
Tak ada lagi tempat duduk di bawah pendingin ruangan
Pun tidak ada kamu
Aku tidak peduli

Ku pesan kopi hitam, pahit
Sengaja tidak ku tambahkan gula
Aku tidak suka pemanis-pemanis artifisial
Untuk sesuatu yang memang pahit dari awalnya

Satu dua kali menyeruput kopi
Aku bersyukur
Kopi ini ternyata tak lagi pahit
Bukan rasa kopinya yang berubah, hanya cara pandangku saja
Pengkhianatan ternyata jauh lebih pahit

Di kedai kopi
Hari ini
Aku sadar ternyata selama ini hidupku manis
Tanpa harus dipenuhi pemanis-pemanis artifisial
Hidupku tidak tiba-tiba berubah, hanya cara pandangku saja
Aku bersyukur