Celebrate Earth Hour 2016

earth hour

Hari ini, 19 Maret 2016 pukul 20.30 – 21.30, merupakan perayaan Earth Hour. Video keren mengenai Earth Hour dapat dilihat di sini.

Ulasan pada postingan kali ini disadur dari web Earth Hour. Pada bagian FAQ disebutkan bahwa Earth Hour merupakan kampanye inisiasi publik yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam. Earth Hour bertujuan untuk mendorong masing-masing individu (siapapun itu) untuk menjadi bagian dari perubahan untuk masa depan dunia yang lebih baik. Dimulai dengan langkah awal semudah mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai sebagai komitmen hemat energi untuk Bumi.

Beberapa pihak mungkin menganggap Earth Hour sebagai sebuah selebrasi semu atau hanya sebagai momentum untuk menunjukkan pada dunia, pada orang lain, tentang perilaku hemat energi yang telah dilakukan. Bagi saya, biarlah niat masing-masing orang hanya diketahui oleh orang tersebut dan Tuhannya. Setidaknya, upaya penghematan energi tersebut sedikit banyak patut diapresiasi. Bayangkan jika setiap orang/keluarga di satu rumah mematikan setidaknya satu buah lampu, dan hal itu dilakukan oleh semua orang di RT tersebut, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya, Provinsi, Pulau, bahkan Negara. Bayangkan betapa besar penghematan energi yang telah dilakukan. Dan semua itu tidak bisa terwujud tanpa partisipasi masing-masing individu, tanpa partisipasimu.

Semoga Earth Hour mampu menjadi langkah awal penghematan energi dan pencegahan perubahan iklim di masa sekarang dan masa mendatang.

Selamat mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang tidak dipakai!

Sebab masa depan dimulai hari ini. Masa depan dimulai dari diri kita semua. 🙂

 

YouthDev Summit 2016

SDGs

Tanggal 20 Februari lalu, saya mengikuti acara YouthDev Summit 2016. Acara tersebut diadakan di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). YoutDev Summit digadang-gadang sebagai jawaban dari pertanyaan “Bagaimana pemuda atau organisasi pemuda mampu berdampak positif bagi masyarakat? Bagaimana jika dampak positif tersebut didukung dan disinergikan dengan pemerintah dan sektor swasta?”. YouthDev Summit kemarin diharapkan mampu menjadi forum untuk mendukung pemuda supaya memiliki peran penting dalam pembangunan di Indonesia.

YouthDev Summit kemarin mengusung tema besar Sustainable Development Goals (SDGs). Apasih SDGs itu? Kenapa program tersebut penting? Apakah Indonesia turut berperan dalam pencapaian tujuan jangka panjang tersebut?

Jujur, sebelum datang ke acara YouthDev Summit kemarin saya sama sekali ga ada ide apa itu SDGs. Hahaha. Setelah mencari tahu (of course, I googled! haha) akhirnya saya punya pengetahuan baru meskipun ga banyak-banyak amat. SDGs digadang-gadang oleh UN atau biasa kita sebut PBB sebagai tujuan jangka panjang bersama yang diharapkan terwujud dan sukses pencapaiannya di tahun 2030 mendatang. SDGs memiliki 17 fokus tujuan seperti yang tertera pada gambar di atas. Beberapa diantaranya:

  1. Menghapus kemiskinan dalam segala bentuknya di manapun.
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan pangan dan perbaikan gizi, dan memajukan pertanian berkelanjutan.
  3. Memastikan hidup yang sehat dan memajukan kesejahteraan bagi semua orang di semua usia.
  4. Memastikan kualitas pendidikan yang inklusif dan adil serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.
  6. Memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi bagi yang berkelanjutan bagi semua.
  7. Memastikan akses ke energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua.

Well, di samping itu semua, rating acara kemarin 6.5/10. Untuk peserta, acara dibagi menjadi 2 sesi. NGO exhibition dan conference. Menurut saya, NGO exhibitionnya terlalu lama karena peserta dihimbau hadir pukul 8 pagi dan acara sesi tersebut sampai pukul 12 siang. Peserta hanya melihat stand NGO dan mendengarkan perwakilan NGO berbicara. Terlalu membosankan dan membuang-buang waktu. Di sesi tersebut hiburan saya hanya ada 1 yaitu membatik.

Di sesi kedua, saya tidak mengikuti acara sampai selesai dikarenakan ada urusan lain. Saya hanya mendengar pembicara dari Ralali.com, Gerakan Mari Berbagi, dan Kitabisa.com. Perbincangan kami dengan Gerakan Mari Berbagi cukup menarik karena mereka mengangkat isu tentang kerusuhan antar suku di Kalimantan dengan imigran Madura. Selain itu perbincangan kami dengan perwakilan Kitabisa.com juga menarik. Beberapa anak UI mungkin familiar dengan mukanya (Iqbal di dunia per-tumblr-an lebih dikenal sebagai academicus), dan lebih familiar lagi dengan platform penggalangan dananya yang diusung. Bahkan, beberapa pengumpulan dana untuk berbagai isu di kampus tidak jarang melalui kitabisa.com.

Kembali ke SDGs, setelah mengetahui sedikit apa itu SDGs pertanyaan selanjutnya yang datang adalah apa pentingnya program tersebut dan apakah Indonesia berperan dalam pencapaian tersebut. Ya, Indonesia berperan penting dan program tersebut jelas sedikit banyak berpengaruh terhadap perkembangan negeri ini. Tidak dapat dipungkiri, beberapa tujuan di SDGs juga sudah diusung oleh pemerintah. Diharapkan dengan adanya SDGs, yang tentu membuat semua pihak fokus dengan pencapaian jangka panjangnya tersebut, pemerintah dan semua pihak sadar akan betapa pentingnya beberapa poin di SDGs untuk segera diwujudkan di Indonesia (terutama mengenai kemiskinan, sanitasi, kesehatan, pendidikan, dan energi terbarukan).

Pada akhirnya, sebuah tujuan besar jangka panjang akan lebih mudah diawasi dan dijaga supaya semua kerjanya keep in track jika kita disiplin menjalani. Tujan besar tidak lepas dari pencapaian-pencapaian jangka pendek yang juga tidak bisa dianggap sebelah mata.

Semoga negeri ini mampu mencapai kata sejahtera-nya segera! 🙂

IMG_20160221_162408