Obrolan Ketika Ngoding: Hujan Deras

Copy of forever young

Jadi, hari ini saya full seharian di kampus. Mondar-mandir gedung Fisika-Dekanat sepanjang hari (persis kayak setrikaan! hahaha). Sepanjang hari tadi ngurusin surat ijin rumah sakit sama proposal hibah publikasi internasional.

Pembimbing saya lagi ada urusan. Balik lagi ke kampus sore hari. Alhasil, karena saya (jujur) sedang malas ngapa-ngapain, waktu menunggunya dihabiskan untuk menonton drama korea. Well, itu sinetron yang ditonton bukan drama sih, lebih ke genre sitkom. Kocak parah, lucu banget.

Singkat cerita, kami konsultasi sama dosen pembimbing. Karena satu dan lain hal, proposal hibah publikasi internasional kami ditolak. Sekian.

Setelah keluar ruangan, ternyata di luar Dekanat hujan deras. Karena kami berempat tidak ada yang bawa payung, alhasil kami nekat lari menerobos hujan dari Dekanat sampai gedung Pertamina.

“Siap!!! Kita balapan ya!!! Satu.. Dua.. Tiga..”

Saya, Risa, dan Oka lari-lari di tengah hujan sambil tertawa terbahak-bahak. Setelah sampai di depan gedung Pertamina, kami melihat Stevy baru mulai lari.

“Kok lo ga ikutan lari sih??!!”

“Gue ngeliatin kalian bertiga dulu, lucu banget! Kayak anak-anak kecil”

“Jadi, udah berapa lama ga main hujan-hujanan? Happy kan? Bahagia??”

Kami berempat tertawa sambil mengiyakan.

Letak kebahagiaan bukan hanya terletak pada kemudahan urusan semata. Lebih dari itu, kebahagiaan masih sangat mungkin untuk dicari, didapatkan, dan diciptakan bahkan di saat-saat tersulit. Bahagia akan lebih sering kita rasakan ketika kita memiliki kemampuan menciptakan bahagia dengan cara-cara yang sederhana.

Sesederhana kami tertawa.

Berlarian, di saat hujan turun dengan derasnya.

Hari ini, hujan turun dan jatuh di pundak kami, di pipi kami, di kepala kami, dan di kaki kami.

Hari ini, hujan turun dan jatuh untuk tertawa bersama kami.

Bahwa hidup tidak selamanya mulus.

Bahwa selalu ada hal baik di balik segala yang terjadi.

Depok, 14 Maret 2016

Satu hal yang pasti ketika proposal hibah ini tidak jadi dilanjutkan adalah satu beban di pundak para pejuang ini sudah diangkat. Satu tanggungan mengalir bersama air hujan meninggalkan pundak-pundak kami. Hahahaha.

Selamat malam!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s