Kedai Kopi

kedai kopi

Persis di bawah pendingin ruangan
Aku duduk, menatapmu
Meskipun kau tak suka dingin
Satu tahun lalu

Aku bukan penyuka kopi hitam
Hitam, pekat, dan pahit
Hidupku sudah cukup pahit
Tak perlu lagi ditambah pahit dengan secangkir kopi
Dua puluh satu tahun

Kedai kopi direnovasi
Aku kembali
Tak ada lagi tempat duduk di bawah pendingin ruangan
Pun tidak ada kamu
Aku tidak peduli

Ku pesan kopi hitam, pahit
Sengaja tidak ku tambahkan gula
Aku tidak suka pemanis-pemanis artifisial
Untuk sesuatu yang memang pahit dari awalnya

Satu dua kali menyeruput kopi
Aku bersyukur
Kopi ini ternyata tak lagi pahit
Bukan rasa kopinya yang berubah, hanya cara pandangku saja
Pengkhianatan ternyata jauh lebih pahit

Di kedai kopi
Hari ini
Aku sadar ternyata selama ini hidupku manis
Tanpa harus dipenuhi pemanis-pemanis artifisial
Hidupku tidak tiba-tiba berubah, hanya cara pandangku saja
Aku bersyukur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s